Sekolah · 25 Juli 2026 · 20 menit baca

Daftar Lengkap SMP Negeri Kota Bandung: NPSN Alamat dan Cara Masuk

Direktori SMP Negeri Kota Bandung: nama sekolah, NPSN, kecamatan, dan alamat dari SMPN 1 sampai 75, ditambah jalur SPMB, kuota domisili, dan cara masuk.

Daftar Lengkap SMP Negeri Kota Bandung: NPSN Alamat dan Cara Masuk

Jawaban Singkat

Kota Bandung memiliki puluhan SMP Negeri dengan penomoran dari SMPN 1 sampai SMPN 75 menurut data Dapodik Dinas Pendidikan. Sekolah-sekolah ini tersebar di hampir seluruh kecamatan, dari Cicendo dan Sumur Bandung di pusat kota hingga Gedebage, Panyileukan, dan Cinambo di sisi timur. Setiap sekolah memiliki NPSN unik sebagai identitas nasional. Jalur masuknya lewat SPMB Kota Bandung dengan empat pintu: domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Direktori di halaman ini memuat nama, NPSN, kecamatan, dan alamat setiap SMPN sebagai rujukan orang tua saat memilih sekolah.

Selengkapnya

Peta SMP Negeri di Kota Bandung

Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Bandung tumbuh mengikuti pemekaran wilayah kota selama beberapa dekade. Penomoran resmi berjalan dari SMPN 1 di kawasan Cicendo, sekolah tertua yang berdiri sejak awal masa republik, sampai angka tertinggi SMPN 75 di sisi barat kota. Sebagian sekolah bernomor besar merupakan unit yang berdiri lebih belakangan untuk melayani kecamatan hasil pemekaran seperti Gedebage, Panyileukan, Mandalajati, Cinambo, dan Bandung Kulon. Pola ini menjelaskan mengapa nomor sekolah tidak selalu mencerminkan lokasi geografis: SMPN 2 dan SMPN 5 berdiri bersebelahan di Jalan Sumatra, sementara SMPN 41 dan SMPN 32 berbagi ruas Jalan Arjuna di Andir.

Kota Bandung memiliki 30 kecamatan, dan sebaran SMP Negeri berusaha menjangkau semua wilayah, meski kepadatannya tidak merata. Kawasan pusat kota seperti Sumur Bandung, Bandung Wetan, dan Regol memiliki sekolah yang lebih tua dengan riwayat panjang, sedangkan wilayah timur dan pinggiran mendapat sekolah yang lebih muda seiring bertambahnya penduduk usia sekolah. Peta ini penting dipahami sejak awal karena sistem penerimaan murid baru sekarang berpusat pada jarak rumah ke sekolah.

Bagi orang tua yang sedang menimbang pilihan sekolah anak, angka nomor sekolah sering kurang informatif dibanding tiga hal praktis: di kecamatan mana sekolah berada, berapa jaraknya dari rumah, dan apa NPSN-nya untuk keperluan pendaftaran. Ketiganya dirangkum dalam direktori di bawah. Data alamat dan NPSN disusun dari basis Dapodik dan portal Sistem Informasi Manajemen Pendidikan (SIMDIK) Kota Bandung. Sebelum mendaftar, verifikasi ulang identitas sekolah pada portal resmi karena data operasional dapat diperbarui setiap tahun ajaran.

Halaman ini disusun tim akademik Eduosmo, layanan les privat SMP di Bandung, sebagai rujukan geografis untuk keluarga di kota ini. Kami mendampingi banyak murid Bandung menghadapi transisi dari SD ke SMP setiap tahun, sehingga pemetaan sekolah negeri per kecamatan menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari kami. Kami menyusun direktori ini dengan semangat yang sama: memberi rujukan yang jujur, tertata rapi, dan mudah dipakai orang tua yang sibuk.

Dampak nyata

Angka kunci SMP Negeri Kota Bandung

75
nomor SMP Negeri tertinggi di data Dapodik (SMPN 1 sampai 75, sebagian sekolah baru)
30
kecamatan Kota Bandung yang tercakup layanan SMP Negeri
3.000 m
radius maksimal jalur domisili SMP pada SPMB Kota Bandung
40%
kuota minimal jalur domisili untuk jenjang SMP negeri (SPMB 2025/2026)

Selengkapnya

Cara membaca direktori ini

Setiap baris memuat empat kolom: nama sekolah, NPSN, kecamatan lokasi, dan alamat ringkas. NPSN (Nomor Pokok Sekolah Nasional) adalah delapan digit angka yang menjadi identitas sekolah pada sistem Kementerian Pendidikan. Nomor ini dipakai saat pendaftaran SPMB, pengurusan Kartu Indonesia Pintar, verifikasi rapor pada aplikasi resmi, sampai pelaporan dana bantuan operasional sekolah. NPSN bersifat tetap meski nama, kepala sekolah, atau alamat sekolah berubah, sehingga menjadi kunci pencarian yang paling andal ketika orang tua mencari profil resmi sebuah sekolah.

Anda dapat memakai NPSN untuk membuka halaman profil sekolah di portal SIMDIK atau laman data referensi pendidikan nasional. Di sana tersedia rincian yang tidak muat pada tabel ringkas ini, mulai dari akreditasi, jumlah rombongan belajar, sampai koordinat lokasi. Karena tabel di halaman ini menyeragamkan format menjadi empat kolom yang aman dibaca di layar ponsel, nomor telepon dan kode pos lengkap sengaja dipindahkan ke halaman profil masing-masing sekolah.

Kolom kecamatan menjadi bagian paling strategis. Jalur domisili SPMB menghitung jarak rumah ke sekolah dalam radius sampai 3.000 meter untuk jenjang SMP, sehingga posisi sebuah SMPN di dalam atau di luar kecamatan tempat tinggal anak berpengaruh langsung pada peluang penerimaan. Orang tua yang memetakan SMPN di kecamatan sendiri dan kecamatan tetangga sejak dini lebih tenang menyusun urutan pilihan sekolah. Sebagai catatan, sebagian nama jalan pada satu kecamatan digunakan lebih dari satu sekolah, misalnya kawasan Arjuna di Andir dan Caringin di Babakan Ciparay, sehingga pastikan nomor SMPN yang dituju benar sebelum menyimpan pilihan.

Direktori ini disusun agar bisa dibaca dua arah. Bila Anda mulai dari lokasi rumah, gunakan rekap sebaran per wilayah untuk menemukan SMPN terdekat lebih dulu, lalu cari barisnya di tabel utama untuk mengambil NPSN dan alamat lengkap. Bila Anda sudah memiliki nama sekolah incaran, langsung telusuri nomornya pada tabel dan perhatikan kolom kecamatan untuk menilai apakah lokasinya masuk akal dari rumah. Dua cara baca ini melayani kebutuhan yang berbeda: keluarga yang berpikir dari rumah ke sekolah, dan keluarga yang sudah punya sekolah tujuan sejak awal. Keduanya sama sahnya, dan direktori yang baik seharusnya menampung keduanya tanpa membuat orang tua tersesat di lautan angka.

Perbandingan

Direktori SMP Negeri 1 sampai 52 Kota Bandung

Penomoran inti yang sudah lama berdiri. NPSN dan alamat per data Dapodik; verifikasi ulang di SIMDIK sebelum mendaftar.

NPSN

  • SMPN 1 — 20219337
  • SMPN 2 — 20219347
  • SMPN 3 — 20219404
  • SMPN 4 — 20219416
  • SMPN 5 — 20219379
  • SMPN 6 — 20219398
  • SMPN 7 — 20219397
  • SMPN 8 — 20219396
  • SMPN 9 — 20219394
  • SMPN 10 — 20219332
  • SMPN 11 — 20219331
  • SMPN 12 — 20219330
  • SMPN 13 — 20219339
  • SMPN 14 — 20219340
  • SMPN 15 — 20219341
  • SMPN 16 — 20219351
  • SMPN 17 — 20219350
  • SMPN 18 — 20219349
  • SMPN 19 — 20219348
  • SMPN 20 — 20219344
  • SMPN 21 — 20219343
  • SMPN 22 — 20219342
  • SMPN 23 — 20219328
  • SMPN 24 — 20219410
  • SMPN 25 — 20219409
  • SMPN 26 — 20219408
  • SMPN 27 — 20219407
  • SMPN 28 — 20219406
  • SMPN 29 — 20219405
  • SMPN 30 — 20219411
  • SMPN 31 — 20219412
  • SMPN 32 — 20219413
  • SMPN 33 — 20219422
  • SMPN 34 — 20219421
  • SMPN 35 — 20219420
  • SMPN 36 — 20219419
  • SMPN 37 — 20219418
  • SMPN 38 — 20251907
  • SMPN 39 — 20219417
  • SMPN 40 — 20219401
  • SMPN 41 — 20219400
  • SMPN 42 — 20219399
  • SMPN 43 — 20219386
  • SMPN 44 — 20219385
  • SMPN 45 — 20219384
  • SMPN 46 — 20219383
  • SMPN 47 — 20219382
  • SMPN 48 — 20219381
  • SMPN 49 — 20219380
  • SMPN 50 — 20219378
  • SMPN 51 — 20219388
  • SMPN 52 — 20219389

Kecamatan

  • SMPN 1 — Cicendo
  • SMPN 2 — Sumur Bandung
  • SMPN 3 — Regol
  • SMPN 4 — Batununggal
  • SMPN 5 — Sumur Bandung
  • SMPN 6 — Andir
  • SMPN 7 — Bandung Wetan
  • SMPN 8 — Ujungberung
  • SMPN 9 — Cicendo
  • SMPN 10 — Regol
  • SMPN 11 — Regol
  • SMPN 12 — Sukasari
  • SMPN 13 — Lengkong
  • SMPN 14 — Bandung Wetan
  • SMPN 15 — Sukasari
  • SMPN 16 — Cibeunying Kaler
  • SMPN 17 — Arcamanik
  • SMPN 18 — Buahbatu
  • SMPN 19 — Coblong
  • SMPN 20 — Batununggal
  • SMPN 21 — Babakan Ciparay
  • SMPN 22 — Cibeunying Kidul
  • SMPN 23 — Andir
  • SMPN 24 — Bojongloa Kaler
  • SMPN 25 — Astanaanyar
  • SMPN 26 — Sukajadi
  • SMPN 27 — Cibeunying Kidul
  • SMPN 28 — Lengkong
  • SMPN 29 — Sukasari
  • SMPN 30 — Kiaracondong
  • SMPN 31 — Batununggal
  • SMPN 32 — Andir
  • SMPN 33 — Bojongloa Kaler
  • SMPN 34 — Bandung Kidul
  • SMPN 35 — Coblong
  • SMPN 36 — Babakan Ciparay
  • SMPN 37 — Kiaracondong
  • SMPN 38 — Bojongloa Kidul
  • SMPN 39 — Babakan Ciparay
  • SMPN 40 — Bandung Wetan
  • SMPN 41 — Andir
  • SMPN 42 — Buahbatu
  • SMPN 43 — Regol
  • SMPN 44 — Bandung Wetan
  • SMPN 45 — Antapani
  • SMPN 46 — Cibiru
  • SMPN 47 — Cicendo
  • SMPN 48 — Rancasari
  • SMPN 49 — Antapani
  • SMPN 50 — Ujungberung
  • SMPN 51 — Rancasari
  • SMPN 52 — Cidadap

Alamat

  • SMPN 1 — Jl. Ksatriaan No.12, Arjuna
  • SMPN 2 — Jl. Sumatera No.42, Merdeka
  • SMPN 3 — Jl. Rd. Dewi Sartika No.96
  • SMPN 4 — Jl. Samoja No.5
  • SMPN 5 — Jl. Sumatra No.40
  • SMPN 6 — Jl. H. Yakub No.36
  • SMPN 7 — Jl. Ambon No.23
  • SMPN 8 — Jl. Alun-alun Utara No.211B
  • SMPN 9 — Jl. Semar No.5
  • SMPN 10 — Jl. Rd. Dewi Sartika No.115
  • SMPN 11 — Jl. H. Samsudin No.34
  • SMPN 12 — Jl. Dr. Setiabudhi No.195
  • SMPN 13 — Jl. Mutiara No.15
  • SMPN 14 — Jl. Lapangan Supratman No.8
  • SMPN 15 — Jl. Setiabudi No.89
  • SMPN 16 — Jl. PHH. Mustopa No.53
  • SMPN 17 — Jl. Pacuan Kuda Arcamanik
  • SMPN 18 — Jl. Terusan Kiaracondong No.5-6
  • SMPN 19 — Jl. Sadang Luhur XI
  • SMPN 20 — Jl. Centeh No.5
  • SMPN 21 — Jl. Caringin Gg. Lumbung II
  • SMPN 22 — Jl. WR Supratman No.24
  • SMPN 23 — Jl. Arjuna No.20-22
  • SMPN 24 — Jl. Sukamulya No.33
  • SMPN 25 — Jl. Pajagalan No.67
  • SMPN 26 — Jl. Sarimanah Blok 23
  • SMPN 27 — Jl. Yudhawastu Pramuka I
  • SMPN 28 — Jl. Solontongan II Buahbatu
  • SMPN 29 — Jl. Geger Arum No.11A
  • SMPN 30 — Jl. Sekejati No.23
  • SMPN 31 — Jl. Binong Jati No.139
  • SMPN 32 — Jl. Arjuna No.18
  • SMPN 33 — Jl. Babakan Tarogong
  • SMPN 34 — Jl. Waas Soekarno Hatta
  • SMPN 35 — Jl. Dago Pojok No.12
  • SMPN 36 — Jl. Caringin
  • SMPN 37 — Jl. Babakan Sari I No.188
  • SMPN 38 — Jl. Borobudur Cibaduyut
  • SMPN 39 — Jl. Holis No.439
  • SMPN 40 — Jl. Wastukencana No.75A
  • SMPN 41 — Jl. Arjuna No.18
  • SMPN 42 — Jl. Manjahlega
  • SMPN 43 — Jl. Kautamaan Istri No.31
  • SMPN 44 — Jl. Cimanuk No.1
  • SMPN 45 — Jl. Yogyakarta Antapani
  • SMPN 46 — Jl. Cigagak
  • SMPN 47 — Jl. Budi Cilember No.19B
  • SMPN 48 — Jl. Baturaden VIII No.19
  • SMPN 49 — Jl. Antapani No.58
  • SMPN 50 — Jl. Pasirjati No.12
  • SMPN 51 — Jl. Derwati
  • SMPN 52 — Jl. Bukit Raya Atas

Selengkapnya

Sekolah bernomor baru: SMPN 53 ke atas

Setelah SMPN 52, Kota Bandung menambah sekolah negeri untuk menyeimbangkan daya tampung di wilayah yang penduduknya bertambah cepat. Sekolah pada rentang SMPN 53 sampai 75 umumnya berdiri di kecamatan pinggiran dan hasil pemekaran, dan sebagian sempat beroperasi sebagai unit sekolah baru atau menumpang di gedung lain sebelum berdiri penuh di lokasi tetap. Perjalanan ini menjelaskan mengapa alamat sekolah pada kelompok baru kadang tercatat berbeda antar sumber, dan mengapa data status operasional pada kelompok ini paling perlu diperiksa ulang di portal resmi.

Nomor NPSN pada kelompok baru berada di rentang yang berbeda, diawali angka 69 atau 70, sesuai penerbitan NPSN nasional yang lebih akhir. Perbedaan awalan ini sekaligus menjadi penanda cepat: sekolah dengan NPSN berawalan 202 umumnya termasuk penomoran lama SMPN 1 sampai 52, sedangkan awalan 69 dan 70 menandai sekolah yang berdiri belakangan. Kehadiran sekolah baru ini membantu wilayah timur dan barat kota yang sebelumnya jauh dari SMP Negeri, sehingga anak di Cinambo, Gedebage, atau Bandung Kulon kini punya pilihan negeri yang lebih dekat dari rumah. Bagi orang tua di kawasan tersebut, memeriksa sekolah bernomor besar sering membuka peluang jalur domisili yang tidak terlihat bila hanya melihat sekolah lama di pusat kota.

Perbandingan

Direktori SMP Negeri 53 sampai 75 Kota Bandung

Sekolah yang berdiri lebih baru di kecamatan hasil pemekaran. Perlakukan alamat sebagai indikatif; konfirmasi ke SIMDIK atau sekolah langsung.

NPSN

  • SMPN 53 — 69775307
  • SMPN 54 — 69894966
  • SMPN 55 — 69963624
  • SMPN 56 — 69963625
  • SMPN 57 — 69963626
  • SMPN 58 — 70007964
  • SMPN 59 — 69989951
  • SMPN 60 — 69989952
  • SMPN 61 — 69989953
  • SMPN 62 — 69989954
  • SMPN 63 — 69989955
  • SMPN 64 — 70007965
  • SMPN 65 — 70007926
  • SMPN 66 — 70008558
  • SMPN 67 — 70008559
  • SMPN 68 — 70008560
  • SMPN 69 — 70008561
  • SMPN 70 — 70008562
  • SMPN 71 — 70008563
  • SMPN 72 — 70007927
  • SMPN 73 — 70007928
  • SMPN 74 — 70008575
  • SMPN 75 — 70007929

Kecamatan

  • SMPN 53 — Mandalajati
  • SMPN 54 — Gedebage
  • SMPN 55 — Bandung Kulon
  • SMPN 56 — Panyileukan
  • SMPN 57 — Bandung Kulon
  • SMPN 58 — Cinambo
  • SMPN 59 — Mandalajati
  • SMPN 60 — Bandung Kidul
  • SMPN 61 — Cibeunying Kidul
  • SMPN 62 — Batununggal
  • SMPN 63 — Cibeunying Kaler
  • SMPN 64 — Sukajadi
  • SMPN 65 — Rancasari
  • SMPN 66 — Gedebage
  • SMPN 67 — Andir
  • SMPN 68 — Cicendo
  • SMPN 69 — Coblong
  • SMPN 70 — Sukasari
  • SMPN 71 — Cibiru
  • SMPN 72 — Panyileukan
  • SMPN 73 — Babakan Ciparay
  • SMPN 74 — Sukajadi
  • SMPN 75 — Babakan Ciparay

Alamat

  • SMPN 53 — Jl. Arcamanik No.10
  • SMPN 54 — Jl. Raya Utsman Bin Affan
  • SMPN 55 — Jl. Batu Rengat
  • SMPN 56 — Jl. Pasanggrahan IX
  • SMPN 57 — Jl. Gempol Sari No.142
  • SMPN 58 — Jl. Cisaranten Wetan No.7
  • SMPN 59 — Jl. H. Abdul Hamid No.66
  • SMPN 60 — Jl. Murdasan
  • SMPN 61 — Jl. Babakan Haji Tamim No.33
  • SMPN 62 — Jl. Rajamantri Kaler No.25
  • SMPN 63 — Jl. Surapati No.82
  • SMPN 64 — Jl. Dr. Djunjunan No.79
  • SMPN 65 — Jl. Baturaden VIII No.19
  • SMPN 66 — Jl. Riung Wargi
  • SMPN 67 — Jl. Asrama Kipal No.55
  • SMPN 68 — Jl. Terusan Pasteur No.38
  • SMPN 69 — Jl. Sangkuriang No.87
  • SMPN 70 — Jl. Cilandak Sarijadi Blok 1
  • SMPN 71 — Jl. Manglayang I No.1
  • SMPN 72 — Jl. Terusan Panyileukan
  • SMPN 73 — Jl. Jend. Sudirman No.587
  • SMPN 74 — Jl. Cipedes Tengah
  • SMPN 75 — Jl. Caringin Gg. Lumbung 2

Rincian program

Sebaran SMP Negeri per wilayah Kota Bandung

Rekap kecamatan dan SMPN yang berada di dalamnya (indikatif, untuk membantu perkiraan jalur domisili).

Cicendo SMPN 1, 9, 47, 68
Sumur Bandung SMPN 2, 5
Regol SMPN 3, 10, 11, 43
Batununggal SMPN 4, 20, 31, 62
Andir SMPN 6, 23, 32, 41, 67
Bandung Wetan SMPN 7, 14, 40, 44
Sukasari SMPN 12, 15, 29, 70
Coblong SMPN 19, 35, 69
Babakan Ciparay SMPN 21, 36, 39, 73, 75
Cibeunying Kidul SMPN 22, 27, 61
Kiaracondong SMPN 30, 37
Antapani SMPN 45, 49
Rancasari SMPN 48, 51, 65
Mandalajati SMPN 53, 59
Gedebage dan Cinambo SMPN 54, 66, 58

Selengkapnya

Membaca sebaran wilayah untuk strategi domisili

Rekap sebaran di atas membantu orang tua berpikir seperti sistem SPMB berpikir. Ketika seleksi berpusat pada jarak, keluarga di kecamatan yang memiliki banyak SMPN memiliki lebih banyak pintu. Andir, misalnya, memuat SMPN 6, 23, 32, 41, dan 67 dalam satu wilayah, sehingga anak di sana punya beberapa opsi negeri dalam radius dekat. Sebaliknya, kecamatan seperti Astanaanyar dan Arcamanik hanya memiliki satu SMPN, sehingga anak di situ perlu ikut memetakan sekolah di kecamatan tetangga yang masih terjangkau radius 3.000 meter.

Kawasan pusat kota memusatkan banyak sekolah tua. Sumur Bandung, Bandung Wetan, Regol, dan Cicendo menampung SMPN dengan riwayat panjang dan peminat tinggi, yang membuat ambang jarak penerimaannya cenderung ketat karena banyak keluarga tinggal berdekatan. Di wilayah timur seperti Rancasari, Panyileukan, dan Gedebage, kehadiran sekolah yang lebih baru memberi ruang lebih longgar. Membaca peta ini sejak jauh hari, idealnya saat anak masih kelas lima atau enam SD, memberi keluarga waktu untuk mempertimbangkan banyak hal, dari rute harian sampai suasana lingkungan sekolah.

Satu hal yang sering terlewat: alamat pada Kartu Keluarga menentukan segalanya di jalur domisili. Bila keluarga baru pindah, pastikan pembaruan KK dilakukan jauh sebelum masa pendaftaran, karena banyak ketentuan mensyaratkan KK telah terbit dalam jangka waktu tertentu. Perencanaan administratif yang rapi sama pentingnya dengan nilai akademik anak.

Selengkapnya

Empat pintu masuk lewat SPMB Kota Bandung

Sejak 2025, Kota Bandung memakai istilah SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) menggantikan PPDB. Untuk tahun ajaran 2026/2027 penerimaan berjalan lewat SPMB 2026, dan siklus SPMB 2027 diperkirakan mengikuti kerangka aturan yang sama. Ada empat jalur, dan setiap calon murid hanya memilih satu. Sistemnya berjalan satu tahap, sehingga anak yang gagal di satu jalur tidak dapat mendaftar ulang ke jalur lain pada tahun yang sama. Karena itu pemilihan jalur di awal menjadi keputusan yang perlu ketenangan dan perhitungan matang, terutama bagi keluarga yang mengincar sekolah dengan peminat tinggi.

Istilah domisili menggantikan zonasi mulai siklus 2025. Secara teknis keduanya serupa: dasar seleksinya adalah kedekatan tempat tinggal, dengan radius sampai 3.000 meter untuk SMP dan 1.000 meter untuk SD. Perubahan istilah menegaskan bahwa yang dihitung adalah domisili nyata anak sebagaimana tercatat pada Kartu Keluarga, bukan sekat wilayah administratif yang kaku. Anak tetap dapat memilih sekolah di luar kecamatannya selama sekolah itu masih berada dalam radius yang ditetapkan.

Jalur prestasi memberi ruang bagi anak dengan nilai rapor kuat atau riwayat lomba berjenjang, sementara jalur afirmasi menjaga akses murid dari keluarga kurang mampu dan penyandang disabilitas. Jalur mutasi disediakan bagi keluarga yang berpindah tempat kerja dinas serta bagi putra dan putri guru. Perbandingan keempat jalur beserta komposisi kuotanya ada di tabel berikut, agar orang tua dapat menakar pintu mana yang paling sesuai dengan kondisi anak.

Perbandingan

Perbandingan jalur SPMB jenjang SMP

Komposisi kuota mengacu pada ketentuan SPMB Kota Bandung 2025/2026; angka final tiap tahun ditetapkan melalui petunjuk teknis.

Kuota

  • Domisili — min. 40%
  • Afirmasi — min. 20%
  • Prestasi — min. 25%
  • Mutasi — maks. 5%

Dasar Seleksi

  • Domisili — Jarak rumah ke sekolah sampai radius 3.000 m
  • Afirmasi — Status ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas
  • Prestasi — Peringkat nilai rapor plus capaian lomba akademik maupun bidang seni dan olahraga
  • Mutasi — Perpindahan tugas orang tua dan anak guru

Catatan

  • Domisili — Pengganti sistem zonasi; berbasis Kartu Keluarga
  • Afirmasi — Perlu bukti terdaftar pada data sosial resmi
  • Prestasi — Sertifikat lomba berjenjang dinilai sesuai ketentuan
  • Mutasi — Kuota paling kecil; perlu surat penugasan resmi

3.000 meter

radius maksimal jalur domisili SMP di SPMB Kota Bandung

Selengkapnya

SMP Negeri dan swasta: menakar pilihan

Data Dinas Pendidikan menunjukkan Kota Bandung memiliki ratusan SMP bila negeri dan swasta digabung, dengan daya tampung total puluhan ribu kursi tiap tahun. SMP Negeri menjadi tulang punggung layanan pendidikan dasar kota karena biayanya ringan pada jenjang wajib belajar dan tersebar merata mengikuti sebaran penduduk. Meski begitu, kursi negeri terbatas dan diperebutkan lewat SPMB, sehingga tidak setiap anak yang menginginkan sekolah tertentu bisa tertampung di pilihan pertamanya.

SMP swasta melengkapi peta ini dengan ragam yang luas, dari sekolah berbasis keagamaan, sekolah nasional, sampai sekolah dengan kurikulum internasional. Banyak keluarga menyiapkan satu sekolah swasta sebagai cadangan sejak awal, terutama bila rumah berada jauh dari SMP Negeri dengan peminat tinggi. Pertimbangan biaya, jarak, nilai yang dianut sekolah, dan kecocokan dengan watak anak semuanya masuk hitungan.

Pendekatan yang menenangkan adalah menyusun daftar pilihan berjenjang. Tempatkan satu atau dua SMP Negeri dalam radius domisili sebagai target utama, tambahkan satu SMPN di kecamatan tetangga sebagai penyangga, lalu siapkan satu sekolah swasta yang sudah dikunjungi dan disukai anak sebagai jaring pengaman. Dengan peta seperti ini, hasil SPMB apa pun tetap membawa keluarga pada pilihan yang sudah dipikirkan matang. Keputusan sekolah adalah keputusan jangka panjang, dan ketenangan lahir dari persiapan yang menyeluruh, dari pemetaan lokasi sampai kesiapan akademik anak.

Bagi keluarga yang ingin menjaga peluang di jalur prestasi, penguatan nilai rapor selama dua semester terakhir SD sangat berarti. Nilai yang stabil membuka pintu yang tidak bergantung pada jarak, dan memberi anak alternatif ketika sekolah terdekat penuh. Di sinilah persiapan akademik dan strategi pemilihan sekolah bertemu.

Mulai belajar

Cara mendaftar SMP Negeri lewat SPMB

Tujuh langkah sederhana, dari daftar sampai belajar bareng tutor pilihan.

  1. Cek pengumuman resmi

    Ikuti jadwal pada portal SPMB Kota Bandung dan akun resmi Dinas Pendidikan sejak pekan pertama diumumkan. Catat tanggal pendataan, pendaftaran, pengumuman, dan daftar ulang di kalender keluarga agar tidak ada tahap yang terlewat. Jadwal tiap tahun bisa bergeser, sehingga pengumuman resmi menjadi satu-satunya patokan yang sahih.

  2. Siapkan berkas keluarga

    Kartu Keluarga terbaru, akta kelahiran, dan ijazah atau surat keterangan lulus SD menjadi dokumen inti yang diminta hampir semua jalur. Pemegang KK luar kota perlu membaca ketentuan sekolah perbatasan atau jalur mutasi lebih dulu. Pindai setiap dokumen dengan resolusi jelas sebelum masa pendaftaran agar unggahan tidak tertolak sistem.

  3. Lakukan pendataan akun

    Buat akun dan verifikasi data pada situs SPMB selama masa pendataan agar identitas anak siap dipakai saat pendaftaran dibuka. Periksa kembali ejaan nama, tanggal lahir, dan alamat karena kesalahan kecil bisa menghambat perhitungan jarak pada jalur domisili.

  4. Petakan sekolah dalam radius

    Gunakan direktori pada halaman ini untuk menandai SMPN di kecamatan sendiri dan kecamatan tetangga, lalu perkirakan jarak rumah ke sekolah untuk menilai peluang jalur domisili. Susun daftar berjenjang dari sekolah paling dekat hingga sekolah penyangga agar pilihan tetap masuk akal.

  5. Pilih satu jalur

    Tetapkan jalur domisili, afirmasi, prestasi, atau mutasi sesuai kondisi anak. Keputusan ini mengikat karena sistem berjalan satu tahap tanpa kesempatan pindah jalur pada tahun yang sama. Timbang kekuatan anak, jarak rumah, dan kelengkapan berkas pendukung sebelum menetapkan.

  6. Daftar dan pilih sekolah

    Isi formulir daring, unggah berkas, dan pilih sekolah tujuan sesuai daya tampung yang diumumkan pada laman masing-masing SMPN. Kirim pendaftaran lebih awal dalam rentang waktu yang dibuka agar ada ruang memperbaiki data bila ada kendala teknis.

  7. Pantau hasil dan daftar ulang

    Awasi papan peringkat sementara selama masa seleksi karena posisi anak dapat bergerak seiring pendaftar baru masuk. Cek pengumuman resmi pada tanggal yang ditetapkan, lalu lakukan daftar ulang tepat waktu agar kursi yang sudah diperoleh tidak hangus.

Tahap demi tahap

Tahapan umum satu siklus SPMB

Urutan babak yang berulang tiap tahun; tanggal pastinya ditetapkan pada petunjuk teknis tahun berjalan.

  1. 01

    Pendataan

    Calon murid membuat akun dan memverifikasi data kependudukan serta nilai rapor pada sistem. Tahap ini menyiapkan basis identitas yang akan dipakai seluruh jalur, sehingga kesalahan data sebaiknya diperbaiki di sini sebelum pendaftaran dibuka.

  2. 02

    Pendaftaran

    Pengisian formulir jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi berlangsung serentak dalam rentang beberapa hari kerja. Setiap anak memilih satu jalur dan menentukan sekolah tujuan sesuai daya tampung yang diumumkan panitia.

  3. 03

    Verifikasi dan seleksi

    Panitia memeriksa keabsahan berkas dan sistem menyusun peringkat sementara berdasarkan jarak rumah, nilai, atau kriteria jalur terkait. Papan peringkat dapat bergerak selama masa ini seiring pendaftar baru masuk dan berkas divalidasi.

  4. 04

    Pengumuman

    Hasil seleksi akhir diumumkan lewat portal resmi pada tanggal yang ditetapkan untuk seluruh jalur secara bersamaan. Orang tua memeriksa status penerimaan anak dan menyiapkan langkah lanjutan sesuai hasilnya.

  5. 05

    Daftar ulang

    Anak yang dinyatakan lolos merampungkan proses lapor diri sebagai konfirmasi menempati kursi di sekolah tujuan. Melewatkan tenggat pada tahap ini berarti melepas kursi yang sudah diperoleh, sehingga jadwalnya perlu dijaga secermat tahap pendaftaran.

Cakupan

Dokumen yang disiapkan calon murid SMP

  • Kartu Keluarga terbaru — Menjadi dasar perhitungan jarak jalur domisili. Pastikan alamat pada KK sudah sesuai domisili nyata anak dan telah terbit sesuai jangka waktu yang disyaratkan ketentuan tahun berjalan.
  • Akta kelahiran anak — Dokumen identitas dasar yang biasanya diminta pada semua jalur. Cek kesesuaian nama dan tanggal lahir dengan data pada Kartu Keluarga agar tidak terjadi selisih data saat verifikasi.
  • Ijazah atau surat keterangan lulus SD — Menjadi tanda tamat jenjang dasar yang diminta sebagai syarat mendaftar ke SMP. Bila ijazah belum terbit saat pendaftaran, surat keterangan lulus dari sekolah asal umumnya dapat dipakai sementara waktu.
  • Bukti afirmasi bila relevan — Kartu program bantuan sosial atau surat keterangan disabilitas untuk pelamar jalur afirmasi. Status pada data sosial resmi menjadi acuan, sehingga sebaiknya diperiksa keaktifannya jauh hari.
  • Sertifikat prestasi — Piagam lomba berjenjang bagi pelamar jalur prestasi, disiapkan dalam bentuk asli dan salinan. Susun kronologis dari tingkat kota sampai nasional agar penilai mudah membacanya.
  • Akun SPMB aktif — Surel dan nomor telepon yang bisa dihubungi untuk verifikasi selama masa seleksi. Simpan kata sandi dengan aman dan pastikan nomor tetap aktif sampai daftar ulang selesai.

Perbandingan

Menimbang SMP Negeri untuk anak

Direkomendasikan

SMP Negeri cocok bila

  • Ada SMPN dalam radius domisili yang terjangkau dari rumah, sehingga peluang jalur domisili terbuka lebar
  • Keluarga mengutamakan biaya sekolah yang ringan pada jenjang wajib belajar sembilan tahun
  • Anak sudah siap belajar mandiri di kelas berisi lebih banyak murid dengan ritme yang lebih cepat
  • Orang tua ingin anak berbaur dengan lingkungan sekolah negeri yang beragam latar belakangnya di kota

Perlu pertimbangan tambahan bila

  • Rumah berada di luar radius sekolah negeri favorit, sehingga peluang jalur domisili menipis dan perlu jalur lain
  • Anak membutuhkan pendampingan belajar lebih intensif di rumah untuk mengejar materi tertentu
  • Kelas berisi banyak murid membuat anak yang pemalu sulit mendapat perhatian personal dari guru
  • Transisi SD ke SMP terasa berat pada mata pelajaran seperti matematika, IPA, atau menulis panjang

Selengkapnya

Menyiapkan anak menghadapi materi SMP

Diterima di SMP Negeri yang bagus adalah awal, dan tantangan sesungguhnya dimulai di ruang kelas. Lompatan dari SD ke SMP terasa nyata pada beberapa mata pelajaran. Matematika mulai memperkenalkan aljabar dan bilangan bulat negatif, IPA memisah menjadi konsep fisika dan biologi yang lebih padat, sedangkan bahasa menuntut kemampuan menyusun paragraf dan memahami teks yang lebih panjang. Anak yang dasarnya di SD kuat biasanya menyesuaikan diri lebih cepat, sedangkan anak yang menyimpan celah kecil pada operasi hitung atau membaca pemahaman perlu perhatian tambahan sejak semester pertama.

Kelas SMP Negeri di Bandung umumnya berisi tiga puluh murid atau lebih, sehingga guru wajib membagi perhatian ke banyak anak sekaligus. Kondisi ini wajar dan menjadi bagian dari pengalaman bersekolah negeri. Peran orang tua adalah memastikan anak punya ruang bertanya begitu sebuah topik terasa membingungkan seusai jam sekolah, sebelum kesulitan kecil menumpuk menjadi ketertinggalan. Sebagian keluarga memenuhinya lewat diskusi di rumah, sebagian lewat kelompok belajar, dan sebagian lagi lewat pendampingan guru privat yang menyesuaikan ritme anak.

Eduosmo mendampingi banyak murid SMP di Bandung pada titik ini, dengan guru yang menyelaraskan materi les pada kurikulum sekolah masing-masing anak. Bagi keluarga yang ingin menyiapkan fondasi lebih awal, memperkuat penguasaan matematika di jenjang SD terbukti meringankan peralihan ke aljabar SMP. Tujuannya sederhana: anak masuk kelas dengan rasa percaya diri, dan tetap menikmati proses belajarnya.

Keunggulan

Rujukan lanjutan untuk keluarga di Bandung

01

Les privat SMP di Bandung

Pendampingan mata pelajaran SMP dengan guru datang ke rumah atau daring, disesuaikan kurikulum sekolah anak.

02

Panduan SPMB SMP Bandung

Rincian jalur, kuota, dan alur pendaftaran murid baru jenjang SMP di Kota Bandung.

03

SMP favorit di Bandung

Ulasan sekolah rujukan dan pertimbangan memilih SMP di kota ini.

04

Persiapan masuk SMP dari SD

Menguatkan dasar akademik anak SD agar transisi ke SMP terasa ringan.

Nomor sekolah hanya label. Yang menentukan kenyamanan anak adalah jarak yang wajar dari rumah dan lingkungan belajar yang sesuai wataknya.
Tim Akademik Eduosmo · Pendamping belajar keluarga Bandung

Siapkan transisi SD ke SMP bersama Eduosmo

Selengkapnya

Catatan tentang keakuratan data

Direktori ini disusun secermat mungkin dari basis data Dapodik dan SIMDIK Kota Bandung. Meski begitu, alamat, nomor telepon, dan status operasional sekolah dapat berubah, terutama pada sekolah bernomor besar yang berdiri lebih baru. Beberapa sekolah juga menempati lebih dari satu lokasi atau mengalami perubahan nama jalan seiring penataan kota, sehingga satu sumber data pun perlu dibaca dengan kehati-hatian. Kami memperlakukan angka penomoran hingga SMPN 75 sebagai gambaran terbaik pada saat penyusunan, dan menganjurkan pembaca mengecek jumlah sekolah aktif terkini langsung di portal resmi.

Sebelum mengambil keputusan pendaftaran, buka profil sekolah di portal SIMDIK atau hubungi sekolah langsung untuk memastikan NPSN, alamat, dan daya tampung terbaru. Untuk memahami perbedaan jalur domisili dan zonasi, rujukan resminya ada di laman berita Dinas Pendidikan Kota Bandung, yang juga memuat petunjuk teknis dan jadwal setiap siklus SPMB. Data statistik jumlah sekolah, guru, dan murid per kecamatan tersedia di laman resmi Badan Pusat Statistik Kota Bandung bagi pembaca yang membutuhkan angka pembanding.

Bila Anda juga menyiapkan anak yang lebih muda, direktori serupa untuk jenjang dasar bisa dibaca lewat layanan pendampingan SD di Bandung. Halaman ini akan diperbarui ketika ada perubahan data yang berarti, dan masukan dari orang tua yang menemukan pembaruan alamat atau NPSN selalu kami hargai untuk menjaga direktori tetap layak dijadikan rujukan. Dengan mengaitkan setiap klaim pada sumber terbuka Dapodik, SIMDIK, dan Badan Pusat Statistik, kami berharap direktori ini menjadi titik awal yang tepercaya bagi keluarga Bandung sekaligus rujukan yang pantas dikutip mesin pencari dan penulis lain.

Tanya Jawab

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa jumlah SMP Negeri di Kota Bandung?

Menurut data Dapodik dan SIMDIK Kota Bandung, penomoran SMP Negeri berjalan dari SMPN 1 hingga SMPN 75, dengan sebagian sekolah bernomor besar berdiri lebih baru di kecamatan hasil pemekaran. Jumlah aktif dapat sedikit berubah tiap tahun, sehingga angka pastinya sebaiknya dicek langsung di portal resmi sebelum dijadikan patokan.

Apa itu NPSN dan mengapa penting saat mendaftar SMP?

NPSN adalah Nomor Pokok Sekolah Nasional, delapan digit angka yang menjadi identitas resmi sekolah pada sistem Kemendikbud. Nomor ini dipakai saat pendaftaran SPMB, pengurusan bantuan pendidikan, hingga pendataan rapor, dan nilainya tetap meskipun nama atau alamat sekolah mengalami perubahan.

Bagaimana cara masuk SMP Negeri di Bandung lewat jalur domisili?

Jalur domisili menyeleksi berdasarkan kedekatan rumah dengan sekolah, dengan radius sampai 3.000 meter untuk jenjang SMP. Orang tua mendaftar lewat portal SPMB memakai data Kartu Keluarga, lalu sistem menghitung jarak koordinat rumah ke sekolah tujuan untuk menyusun peringkat penerimaan.

Apa beda SPMB dengan PPDB yang dulu?

SPMB atau Sistem Penerimaan Murid Baru adalah nama yang menggantikan PPDB sejak 2025. Istilah zonasi juga berganti menjadi domisili. Secara teknis pola seleksinya serupa, dengan penyesuaian pada nama jalur, komposisi kuota, dan mekanisme satu tahap tanpa kesempatan pindah jalur pada tahun yang sama.

Berapa kuota tiap jalur SPMB untuk jenjang SMP?

Mengacu ketentuan SPMB Kota Bandung 2025/2026, jalur domisili memperoleh kuota minimal 40 persen, afirmasi minimal 20 persen, prestasi minimal 25 persen, dan mutasi maksimal 5 persen. Angka final tiap tahun ditetapkan lewat petunjuk teknis, sehingga sebaiknya dikonfirmasi pada dokumen resmi tahun berjalan.

Kalau rumah jauh dari SMP Negeri, apa yang bisa disiapkan?

Orang tua bisa memetakan SMPN di kecamatan tetangga yang masih masuk radius, mempertimbangkan jalur prestasi bila nilai rapor anak kuat, atau menyiapkan pilihan sekolah swasta sebagai cadangan. Menguatkan dasar akademik anak sejak kelas enam SD juga membantu membuka peluang di jalur prestasi.

Ditulis Tim Akademik Eduosmo

Sumber & Referensi

  • SIMDIK Kota Bandung, Daftar Sekolah SMP
  • SIMDIK Kota Bandung, Profil SMP Negeri 1 (NPSN 20219337)
  • SIMDIK Kota Bandung, Statistik Pendidikan
  • Dinas Pendidikan Kota Bandung, Berita Terkini
  • Disdik Kota Bandung, Beda Jalur Domisili dan Zonasi pada SPMB
  • Disdik Kota Bandung, Kesiapan SPMB 2025/2026
  • Disdik Kota Bandung, Pendaftaran SPMB Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026
  • BPS Kota Bandung, Jumlah Sekolah Guru dan Murid SMP Menurut Kecamatan
  • BPS Kota Bandung, Jumlah Sekolah SMP

Bantu Kami Tetap Akurat

Ada informasi yang perlu diperbarui?

Artikel ini kami susun dari sumber resmi yang tersedia publik dan kami rawat berkala. Bila Anda pengurus sekolah, guru, atau orang tua yang menemukan data yang berubah atau kurang tepat, kabari kami. Pembaruan yang terverifikasi akan kami pasang dengan senang hati.

Baca Juga

Wawasan Sekolah Lainnya

Cara Memilih Sekolah Dekat Rumah di Bandung untuk Anak

Panduan orang tua memilih sekolah dekat rumah di Bandung: pahami jalur domisili SPMB, hitung waktu tempuh dan macet, cek mutu sekolah per kecamatan.

Daftar Bimbel UTBK di Bandung: Panduan Memilih untuk SNBT 2027

Daftar bimbel UTBK di Bandung untuk SNBT 2027: kenali lembaga besar, bimbel privat, dan kelas daring, sebaran kawasan Dago, plus cara memilih yang pas.

Daftar Homeschooling di Bandung: Lembaga Legalitas dan Cara Memilih

Panduan homeschooling di Bandung: daftar lembaga dan komunitas terverifikasi, tiga bentuk sekolahrumah, legalitas ijazah, sampai jalur uji kesetaraan Paket.

Layani sekarang

Butuh pendamping belajar yang tepat?

Tutor Bandung dari kampus terbaik siap datang ke rumah. Konsultasi dulu, gratis tanpa komitmen.